DTP PT Anugerah Sekuritas Indonesia 02 November 2020
Download : DTP 02 November 2020.pdf
Berdasarkan pivot IHSG maka Support II : 5.085 Support I : 5.100 sedangkan Resistence I : 5.150 dan Resistence II: 5.175
- Company The Korea Development Bank Volume 46,981,900 lembar dan harga Rp520 Offering Date TIFA : 07- Okt hingga 5- Nov 2020 RUPS : EXCL
- Data Covid 19 Di Indonesia hari ini terkonfirmasi tambah sebesar 2.696 kasus menjadi 412.784 kasus, jumlah dirawat menjadi 56.899 orang, yang meninggal tambah 71 orang menjadi 13.943 orang dan jumlah yang sembuh tambah 4.141 pasien sebesar 341.942 orang.
- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus meningkat. Sampai pada akhir Agustus 2020, Bank Indonesia (BI) mencatat ULN Indonesia sebesar US$ 413,4 miliar atau sekira Rp 6.101,8 triliun dengan kurs saat ini. Naik 5,7% dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Jumlah tersebut, berarti posisi ULN pada Agustus 2020 tercatat tumbuh 5,7% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juli 2020 yang sebesar 4,2% yoy. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Agustus 2020 sebesar 38,5% atau masih relatif stabil bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 38,2%. utang pemerintah per akhir September 2020, berdasarkan dari data Kementerian Keuangan sebesar Rp 5.756,87 triliun. Utang pemerintah pada September 2020 tersebut, meningkat 22,5% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 4.700,28 triliun. Sedangkan dibandingkan dengan posisi utang Agustus 2020, terjadi kenaikan 2,9%, yang sebesar Rp 5.594,93 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, utang pemerintah ini masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 85% dan pinjaman 15%. utang dari SBN tercatat sebesar Rp 4.892,57 triliun yang terdiri dari SBN Domestik Rp 3.629,04 triliun dan SBN Valas Rp 1.263,54 triliun.
- Pasca libur panjang seiring memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW ditambah lagi cuti bersama. IHSG pada perdagangan hari senin kembali dibuka. Sepanjang libur perdagangan bursa Indonesia, dimana bursa AS telah terkoreksi cukup dalam capai 1185 poin atau anjlok 4,29% dari tanggal 27 November 2020. Sentimen tersebut menjedi alasan investor untuk merealisasi aksi jual jangka pendek. Pada perdagangan hari ini, peluang mengalami tekanan aksi jual maupun profit taking. Sepanjang libur pergerakan harga komoditas mengalami tekanan atau anjlok hingga penutupan perdagangan akhir pekan kemarin. Sinyal kejatuhan harga komdotas dimulai dari harga spot nickel, timah, CPO dan minyak mentah. Dalam jangka pendek sektor pertambangan, maupun perkebunan peluang tertekan. Mayoritas investor potensi menanti sinyal hasil keputusan pemilihan presiden AS yang dijadwal 3 November 2020 dimana waktu Indonesia tangal 4 November 2020. Dalam dua hari kedepan diperkirakan bursa Indonesia pelaung koreksi memanfaatkan kecemasan menanti hasil vote Presiden AS maupun peningkatan jumlah yang terinfeksi di AS. Kami perkirakan IHSG hari ini peluang koreksi dengan kisaran 5.085-5.150
- Bow : ANTM, MDKA, TLKM, ERAA, ACES, TLKM
Rekomendasi Saham Berdasarkan teknikal Harian ANTM Closed price : 1.055 Buy Kisaran : 1.020-1.045 Support : 1.000 Target 1 Jual : 1.110 Target 2 Jual : 1.160
MDKA Closed price : 1.830 Buy Kisaran : 1.770-1.810 Support : 1.750 Target 1 Jual : 1.900 Target 2 Jual : 1.950
ERAA Closed price : 1.745 Buy Kisaran : 1.720-1.735 Support : 1.700 Target 1 Jual : 1.800 Target 2 Jual : 1.850
DISCLAIMER |
TLKM Closed price : 2.620 Buy Kisaran : 2.590-2.620 Support : 2.550 Target 1 Jual : 2.700 Target 2 Jual : 2.800
ACES Closed price: 1.565 Buy Kisaran : 1.520-1.540 Support : 1.500 Target 1 Jual : 1.650 Target 2 Jual : 1.700
LSIP Closed price : 980 Buy Kisaran : 940-960 Support : 920 Target 1 Jual : 1.000 Target 2 Jual : 1.050
DISCLAIMER |
The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as suh. There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.