Download : DTP 18 Desember 2025.pdf
  1. utlook Market Today

 

  • Sudut teknikal IHSG antara lain:  IHSG Trend bullish Pontensi Support kisaran :   7.320-8.750.   Berdasarkan pivot  IHSG  : Support II : 8.620   Support I  : 8.650  sedangkan Resistence I : 8.720  dan Resistence II: 8.760
  • Kalender Emiten hari ini 18 Desember 2025; RUPS: AKKU, BANK, CBRE, GTBO, MUTU, PMMP, PTPP, SMBR, SOFA, TECH; PublicExpose: AKKU, ASRM, CBRE, DLTA, GTBO, GTSI, HRME, JATI, KJEN, KLIN, SGRO; Dist Date Cash Deviden BFIN, BTPS, YUPI; Rec Date Cash Deviden : GMFI; End Trading Warrant : BVIC-W; EndTrading Rights Issue : PANI-R ratio 50.831 saham dapat 3.646 rights di harga Rp12.975/saham; IMJS-R   Emiten UnSuspend : MINA, TRUE, IBFN, UNSP; Emiten Suspend : INRU, ESTA, ALII, CARE, SSTM, NATO;  Emiten UMA : SAFE, INPS, DPUM, SOCI;
  • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75%. Keputusan ini diambil dalam RDG yang berlangsung pada 16–17 Desember 2025. suku bunga fasilitas simpanan dan pinjaman juga tidak berubah. Suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 5,5%.  BI dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk tetap mempertahankan stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tersebut didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai berikut.(Sumber:Stockwatch.id)
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap sekitar Rp4,5 triliun anggaran negara dikembalikan kementerian/lembaga (K/L) lantaran tak bisa dibelanjakan hingga akhir tahun. anggaran belanja yang tak terserap oleh K/L dan dikembalikan ke Kemenkeu sebesar Rp3,5 triliun. Namun, data terbaru sudah menjadi Rp4,5 triliun dan diyakini akan terus bertambah.Tahun ini, pemerintah memang menyusun target APBN maksimal 2,78 persen dalam outlook terbaru. Hal ini disebabkan oleh penerimaan pajak yang diperkirakan mengalami shortfall tahun ini.(Sumber:cnnindonesia.com)
  • IHSG pada perdagangan kemarin bergerak mixed yang akhirnya ditutup koreksi tipis sebesar 9,12 poin menuju 8.677 seiring profit taking. Investor asing masih mengakumulasi beli senilai Rp266 miliar masih optimism dengan pertumbuhan emiten maupun kinerja emiten tahun 2025. Kemari BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga level 4,75% guna mendorong pertumbuhan kredit Bank yang mengindikasi mendorong aktivitas ekonomi Indonesia. Pada perdagangan hari ini saham-saham menarik dimulai basic industrial, basic pertambangan. IHSG hari ini peluang teknikal rebound sebesar 8.650-8.720
  • Rekomendasi saham-saham hari ini RAJA, INDY, BUMI, ENRG, INCO, TINS, JPFA, NCKL, DEWA, ANTM, PSAB, BRMS.

 

Rekomendasi Kompas 100

Berdasarkan Trading Harian

RAJA Closed Price : 6.200

Buy Kisaran : 6.100-6.200

Stoplose : 5.820

Target Sell 1 : 6.575

Target Sell 2 : 6.800

 

BUMI Closed Price:  348

Buy Kisaran : 340-348

Stoplose : 327

Target Sell 1 : 370

Target Sell 2 : 380

 

INCO Closed Price: 3.920

Buy Kisaran : 3.890-3.920

Stoplose : 3.685

Target Sell 1 : 4.150

Target Sell 2 : 4.280

 

DISCLAIMER ON

 

 

 

INDY Closed Price : 1.510

Buy Kisaran :  1.490-1.510

Stoplose : 1.410

Target Sell 1 : 1.600

Target Sell 2 : 1.650

 

ENRG Closed Price: 1.510

Buy Kisaran : 1.490-1.510

Stoplose : 1.410

Target Sell 1 : 1.600

Target Sell 2 : 1.650

 

TINS Closed Price: 3.480

Buy Kisaran : 3.400-3.480

Stoplose : 3.270

Target Sell 1 : 3.700

Target Sell 2 : 3.800

 

DISCLAIMER ON

DISCLAIMER

 

The Information contained here was gathered from sources deemed reliable, however, no claim is made by PT ANUGERAH SEKURITAS INDONESIA as to its accuracy or content. This does not contain specific recommendations to BUY or SELL at particular price or times, nor should any of the example presented be deemed as . There is a risk of loss in trading stocks and you should carefully consider your financial position before making any trades. Stocks trading carries significant risk and you can lose some, all or even more than you investment.

top